CONVENTIONAL NAA

CONVENTIONAL NAA naacheta | all about what happen in my life
| 22 years old | yogyakarta | love to read and write | good listener |

Reblogged from gilangkr

gilangkr

http://

Reblogged from gilangkr

gilangkr:

Suatu hari nanti, kalian semua akan jatuh cinta tanpa dibuat-buat.

Tanpa perasaan posesif kekanak-kanakan atau rasa ingin pamer kasih sayang yang berlebihan.

Akan kalian temui seseorang yang membuat kalian jatuh hati tanpa alasan.

Yang membuat kalian tidak takut pada jutaan omong kosong soal…

Reblogged from briliana

(Source: mirandanoelani)

"Punya keponakan, ternyata seru! Saya jadi tahu cara memandikan anak bayi yang benar, bikin bubur tim yang sehat dan enak, bahkan saya hampir hafal satu album lagu anak-anak!"

Reblogged from anamrufisa

(via anamrufisa)

Stupid Story

Alkisah,

Kejadian ini terjadi beberapa tahun silam. Ketika yang namanya internet belum terlalu meraja lela. Maka untuk bisa online saya harus pergi ke warnet dan bisa nongkrong selama berjam-jam disana. Siang itu, sepulang sekolah mampirlah saya ke sebuah warnet yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah. Kira-kira dua jam saya berselancar di dunia maya. Begitu sudah merasa cukup maka saya pun memutuskan untuk pulang. Setelah membayar, saya langsung menuju tempat parkir. Menyalakan motor dan werrrrrrrrrrr, langsung ngacir menuju rumah.

Baru beberapa meter saya merasakan ada yang aneh. Karena semakin aneh akhirnya saya memutuskan untuk berhenti. Benarlah keanehanpun terbukti. Saku dirok saya, tempat si HP biasa bertengger kosong. Melompong. Berkali-kali saya rogoh tapi hasilnya tetap nihil. Kepanikan melanda. Saya heboh dan grasak grusuk sendiri dipinggir jalan. Berharap menemukan si HP ada di dalam tas atau di saku almamater yang saya pakai. Tapi juga tidak ada. Setelah berpikir sejenak maka saya menduga si HP mungkin ketinggalan di warnet.

Dengan langkah seribu saya berbalik arah kembali ke warnet. Sesampainya disana saya langsung ngomong sama mas-mas operator kalau saya kehilangan HP. Masnya malah ikut panik dan berkali-kali mengatakan pihak warnet tidak bisa bertanggungjawab atas kehilangan barang customer. Wah tapi gimana dongggg mas, keluh saya kala itu. Coba kita cek di box tempat mbaknya tadi. Waktu dicek ternyata sudah ada mbak-mbak yang duduk disana. Begitu dikasih tahu masalahnya si mbak jadi ikutan panik, takut nanti disangka dia yang ngambil.

Suasana jadi makin kacau ketika beberapa pengunjung ikut kasak-kusuk. Saya udah mau nangis aja rasanya. Tiba-tiba ada yang nyeletuk, “Ditelpon aja mbak HP-nya”. Oh,iya ya kata si mas-mas operator langsung mengeluarkan HP-nya. Setelah ditanya nomor, langsung terdengar nada sambung dari HP si mas operator. “Tut…Tut…tut” Nyambung kok mbak, berarti masih aktif nih. Kalo ada yang ngambil kan biasanya langsung dimatiin. Masing-masing yang ada disana mengungkapkan dugaannya. Saya sendiri malah langsung panas dingin antara pengen pipis dan kabur dari warnet itu secepatnya karena merasakan ada benda bergetar di saku baju saya (sudah diceritain diatas kan, hari itu saya pakai almamater, makanya waktu rogoh2 saku, saku baju saya tidak terjamah ;D ). Hahahahaha

Saya nggak tau apakah mas-mas operator dan beberapa pengunjung yang ikut serta dalam insiden ini denger nada drrrtttt,drrrrrtttt dari saku saya atau nggak. Tapi saya berhasil kabur dengan menanggung derita pengen ketawa ngakak saking gelinya dengan berkata,”Hmmmmmmm, kayanya saya tahu deh mas dimana HP saya” dengan wajah innocent dan cepet-cepet ambil langkah seribu meninggalkan TKP.

*Note : sejak kejadian itu saya nggak pernah menginjakkan kaki di warnet itu lagi.

Solo ;)

Solo ;)

gift

gift

with Ghina,keponakan tercinta :)

with Ghina,keponakan tercinta :)